Arsip untuk Mei, 2008

h1

Get Merried

Mei 16, 2008

Empat sahabat, Mae (Nirina Zubir), Guntoro (Desta ‘Club Eighties’), Eman (Aming), dan Beni (Ringgo Agus Rahman) selalu bersama-sama sejak kecil. Orang tua Mae, Pak dan Bu Mardi (Meriam Bellina) mencarikan Mae jodoh. Segala cara ditempuh hingga ke dukun cabul
Rendy (Richard Kevin), cowok cakep dan konglomerat, bosen pacaran dengan cewek-cewek jaman sekarang. Ia dapat kabar tentang Mae dan pergi menemuinya. Rendy pun….jatuh cinta! Ternyata Mae juga jatuh cinta kepada Rendy tapi Rendy dihajar teman-temannya karena kesalahpahaman. Mengetahui itu Mae amat kecewa dan menangis
Usaha perjodohan yang gagal tersebut membuat Bu Mardi sakit keras. Dia mengancam, kalau ia mati sementara Mae belum dapat jodoh ia akan mati penasaran. Mae kelimpungan. Akhirnya ia akan kawin dengan salah seorang dari tiga sohibnya. Setelah pengundian berkali-kali, Beni lah yang ‘beruntung’ mengawini Mae. Kabar ini membuat Bu Mardi sembuh total dari sakitnya
Rendy sebagai anak elit, geram telah dihajar dan dipermalukan oleh anak kampung Mae. Maka terjadilah tawuran antara kaum elit dengan orang-orang di kampung Mae.
Hari itu adalah hari pernikahan Mae dengan Beni. Terdengar kabar bahwa kampung mereka diserang. Maka para tamu dan calon pengantin pria pergi membela kampungnya, termasuk Mae. Alangkah terkejutnya Mae dan Rendy saat mereka mengetahui bahwa mereka adalah para ‘jagoan’ dari golongan elit dan kampung. Kesepakatan pun diambil dan…..siapakah akhirnya yang menjadi pengantin pria?
Saksikan di bioskop mulai 11 Oktober 2007

CD Hiji

Password: http://www.freebyte.com
h1

Virgin

Mei 16, 2008

Kisah ini mengisahkan kehidupan remaja belasan tahun di kota metropolitan. Kehidupan remaja yang dibidik menjadi bahan cerita adalah pergaulan remaja yang terseret ke dalam kehidupan hedonis, liberalis, dan pencandu tren baru dengan perangai serbaingin tahu.
Alur cerita bertumpu pada persahabatan tiga remaja, yaitu Biyan (diperankan Laudya Chintya Bella), Stella (Ardina Rasti), dan Ketie (Angie). Di seberang persahabatan mereka, terdapat Luna (Uli Auliahti) dan gengnya yang menjadi rival dalam berbagai kesempatan. Rivalitas itu, seperti bisa diterka pada umumnya film kisah remaja, adalah pertarungan memperebutkan cowok ganteng, yaitu Marix (Mike Muliardo). Pada film ini juga terdapat perebutan casting untuk sebuah peran pada sejudul film roman picisan yang tengah dibuat.
Luna yang menjadi antagonis, dikisahkan bersaing dengan Stella dalam memperebutkan peran untuk film roman picisan tadi. Walau akting Stella amat parah, namun di akhir kisah ia memenanginya. Pertarungan menjadi seakan-akan seru karena dibumbui persaingan memperebutkan Marix oleh Luna versus Biyan. Karena Luna sudah diposisikan sebagai antagonis, tentu saja menjadi pihak yang kalah bertarung.
Pada persaingan antarremaja itu, sang penulis kisah, mencoba memotret realitas kehidupan bahwa selalu ada pihak yang menghalalkan berbagai cara demi meraih kemenangan. Stella misalnya, pada mulanya kepada sutradara film bersedia menawarkan diri asal peran dalam film roman picisan itu diberikan kepadanya. Luna yang tampak selalu urakan dan menggebu-gebu, mengerahkan berbagai trik untuk mendapatkan Marix. Atau Ketie yang harus survival, terpaksa menjual diri hingga bersedia di-booking dalam mobil atau toilet.